Bantu Tingkatkan Kesadaran Tentang Kesehatan Mental Melalui Cara Seru
Pernahkah kamu merasa cemas, takut, emosi, dan sedih seketika? Penting bagi kita untuk memahami apa itu kesehatan mental.
Apa itu Kesehatan Mental?
Secara umum menurut WHO, yaitu "keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani), dan sosial dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan" (Smet, 1994). Artinya, seseorang dinilai sehat apabila terjadi keseimbangan yang baik antara kondisi fisik dan mentalnya. Realitanya masih banyak masyarakat di Indonesia yang masih awam tentang kesehatan jiwa dan mental.
Secara khusus menurut Karl Menninger, individu yang sehat mentalnya mereka adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk menahan diri, menunjukkan kecerdasan, berperilaku dengan menenggang perasaan orang lain, serta memiliki sikap hidup yang bahagia.
Pieper dan Uden (2006) mengatakan bahwa kesehatan mental adalah suatu keadaan dimana seeorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang realistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan dan kelemahannya, kemampuan mengatasi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan terhadap kehidupan sosialnya serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
Selain itu World Health Organization (WHO,2001) menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraaan yang disadari individu, yang didalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan serta berperan serta di komunitasnya.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kesehatan mental adalah kemampuan seseorang untuk mengembangkan potensi diri dan memiliki kepuasan dala hidupnya.
Apa yang Menyebabkan Gangguan Mental?
Kondisi ini diketahui terkait dengan faktor biologis dan psikologis, sebagaimana akan diuraikan di bawah ini :
Faktor biologi (atau disebut gangguan mental organik)
- Gangguan pada fungsi sel saraf di otak.
- Infeksi, misalnya akibat bakteri streptococcus.
- Kelainan bawaan atau cidera pada otak.
- Kerusakan otak akibat terbentur atau kecelakaan.
- Kekurangan oksigen pada otak bayi saat proses persalinan.
- Memiliki orang tua atau keluarga penderita gangguan mental.
- Penyalahgunaan NAPZA dalam jangka panjang, misalnya heroin dan kokain.
- Kekurangan nutrisi.
Faktor psikologis
- Peristiwa traumatik, seperti kekerasan dan pelecehan seksual.
- Kehilangan orang tua atau disia-siakan di masa kecil.
- Kurang mampu bergaul dengan orang lain.
- Perceraian atau ditinggal mati oleh pasangan.
- Perasaan rendah diri, marah, tak mampu, atau kesepian.
Stres tersebut dapat berasal dari rasa takut dan khawatir tentang kesehatan, keuangan, atau pekerjaan, yang banyak terpengaruh akibat pandemi.
Ciri-ciri Gangguan Kesehatan Mental
- Merasa sedih yang berkepanjangan, kadang tanpa sebab yang jelas.
- Mati rasa atau tidak peduli dengan lingkungan sekitar.
- Merasa lelah yang signifikan, tidak berenergi dan mengalami masalah tidur.
- Sering marah berlebihan dan sangat sensitif.
- Merasa putus asa dan tidak berdaya.
Gejala Gangguan Mental
- Waham atau delusi, yaitu meyakini sesuatu yang tidak nyata atau tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
- Halusinasi, yaitu sensasi ketika seseorang melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.
- Suasana hati yang berubah-ubah dalam periode tertentu.
- Perasaan sedih yang berlangsung hingga berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
- Perasaan cemas dan takut yang berlebihan dan terus-menerus, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
- Gangguan makan, misalnya merasa takut berat badan bertambah, cenderung memuntahkan maknan.
- Perubahan pola tidur, seperti mudah mengantuk dan tertidur, sulit tidur, serta gangguan pernapasan dan kaki gelisah saat tidur.
- Kecanduan nikotin dan alkohol, serta penyalahgunaan NAPZA
- Marah berlebihan sampai mengamuk dan melakukan tindak kekerasan.
- Perilaku yang tidak wajar, seperti teriak-teriak tidak jelas, berbicara dan tertawa sendiri, serta keluar rumah dalam kondisi telanjang.
Contoh gangguan mental
- Depresi, merupakan gangguan suasana hati yang membuat penderitanya terus-menerus merasa sedih.
- Skizofrenia, adalah gangguan mental yang menimbulkan keluhan halusinasi, delusi, serta kekacauan berpikir dan berperilaku. Skizofrenia membuat penderitanya tidak bisa membedakan antara kenyataan dengan pikirannya sendiri.
- Gangguan kecemasan, merupakan gangguan mental yang membuat penderitanya merasa cemas dan takut secara berlebihan dan terus-menerus dalam menjalani aktivitas sehari-hari.Penderita gangguan kecemasan dapat mengalami serangan panik yang berlangsung lama dan sulit dikendalikan.
- Gangguan bipolar, merupakan jenis gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati. Penderita gangguan bipolar dapat merasa sangat sedih dan putus asa dalam periode tertentu, kemudian menjadi sangat senang dalam periode yang lain.
- Gangguan tidur, merupakan perubahan pola tidur yang sampai mengganggu kesehatan dan kualitas hidup penderitanya. Beberapa contoh gangguan tidur adalah sulit tidur (insomnia), mimpi buruk (parasomnia), atau sangat mudah tertidur (narkolepsi).
Pengobatan gangguan mental
Pengobatan gangguan mental tergantung pada jenis gangguan yang dialami, dan tingkat keparahannya. Selain terapi perilaku kognitif dan pemberian obat, dokter juga akan menyarankan pasien menjalani gaya hidup sehat.
- Terapi perilaku kognitif, adalah jenis psikoterapi yang bertujuan mengubah pola pikir dan respon pasien, dari negatif ke positif. Terapi ini menjadi pilihan utama untuk mengatasi gangguan mental, seperti depresi, skizofrenia, gangguan kecemasan, gangguan bipolar, dan gangguan tidur. Pada banyak kasus, dokter akan mengombinasikan terapi perilaku kognitif dan obat-obatan, agar pengobatan menjadi lebih efektif.
- Obat-obatan, untuk meredakan gejala yang dialami penderita dan meningkatkan efektifitas psikoterapi, dokter dapat meresepkan sejumlah obat berikut :
- Antidepresan, misalnya fluoxetine.
- Antipsikotik, seperti aripiprazole.
- Pereda cemas, misalnya alprazolam.
- Mood stabilizer, seperti lithium.
- Mengurangi asupan gula dalam makanan.
- Memperbanyak makan buah dan sayur.
- Membatasi konsumsi minuma berkafein.
- Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol.
- Mengelola stres dengan baik.
- Melakukan olahraga secara rutin.
- Makan cemilan dengan sedikit karbohidrat sebelum tidur.
- Tidur dan bangun di jam yang sama secara rutin setiap hari.
Komplikasi gangguan mental
- Perasaan tidak bahagia dalam hidup.
- Konflik dengan anggota keluarga.
- Kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain.
- Terasing dari kehidupan sosial.
- Kecanduan rokok, alkohol, atau NAPZA.
- Keinginan untuk bunuh diri dan mencelakai orang lain.
- Terjerat masalah hukum dan keuangan.
- Rentan sakit akibat sistem kekebalan tubuh menurun.
Pencegahan gangguan mental
- Tetap berpartisipasi aktif dalam pergaulan dan aktivitas yang disenangi.
- Berbagilah dengan teman atau keluarga saat menghadapi masalah.
- Lakukan olahraga rutin, makan teratur dan kelola stres dengan baik.
- Tidur dan bangun di jam yang sama, lakukan dengan rutin setiap hari.
Sedikit ilmu yang bisa saya berikan melalui tulisan blog ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kalian yang telah membacanya. Untuk kalian yang sedang merasa tidak baik-baik saja, jangan merasa sendiri, ya.
Nama : Viola Aqila Riescilia
Kelas : 9H
Absen : 34
Komentar
Posting Komentar