Berburu Kuliner Di Kota Cirebon

Halo teman-teman semua! Pada tulisan blog kali ini, Aku akan menceritakan pengalamanku saat berkuliner di Kota Cirebon sewaktu libur lebaran.

   Pada hari lebaran ke-2, kami sekeluarga berangkat ke Kota Cirebon. Sebelum berangkat, Ayahku memantau cctv jalan tol melalui aplikasi 'travoy' untuk memprediksi perjalanan kami di waktu kedepannya. Saat itu kondisi kendaraan yang berlalu-lalang menuju arah Jakarta terlihat lancar, dan kami segera bersiap untuk berangkat. 

   Selama perjalanan di jalan tol keadaan cuaca pada hari itu sangat cerah. Di mobil, Aku memutar lagu melalui playlist favoritku dan kami sekeluarga pun bernyanyi bersama. Sesekali melihat ke kanan dan ke kiri mengagumi pemandangan yang indah di sekitar jalan. 













   Di tengah perjalanan yang panjang, Ayahku mengajak kami berkunjung ke rest area Heritage KM 260 Banjaratma, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Dahulu kala, rest area ini merupakan eks pabrik gula PG Banjaratma. Rest area ini menjadi destinasi favorit bagi pemudik dari Jawa Tengah menuju arah Jakarta. 

   Sejarahnya, dahulu eks pabrik gula itu beroperasi di tahun 1913 dibawah Belanda sebelum akhirnya harus gulung tikar di tahun 1998 akibat tingginya biaya operasional. Tak berapa lama kemudian, bangunan itu pun ditetapkan sebagai cadar budaya. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. 







    Sesampainya di Kota Cirebon, kami mampir untuk makan Empal Gentong. Empal gentong merupakan kuliner khas Cirebon yang  terdiri dari usus, babat, dan irisan daging sapi. Jika dilihat sekilas, akan banyak yang mengiranya sebagai gulai. Tempat makan favorit kami di Empal Gentong Amarta. Menu makanan yang mereka jual yaitu empal asem, empal daging, dan sate maranggi. Semua menu yang mereka jual memiliki rasa yang khas, juga porsi yang banyak. Harga makanannya pun tidak terlalu mahal.














    Keesokan harinya, aku menyarap dengan bubur ayam. Bubur ayam khas Cirebon memiliki warna kuah coklat tua. Topping kerupuknya pun menggunakan kerupuk udang khas daerah Cirebon sendiri. Selain itu, semur telur dan cakar ayam menjadi topping favoritku. Biasanya kami makan bubur ayam di sekitar stasiun kereta api Jatibarang, di warung bubur ayam Ibu Surtimah. Selain bubur ayam, mereka menjual soto daging. Aku lebih menyukai soto daging yang mereka jual, karena rasa bumbu dan rempah-rempahnya sangat khas. Setiap kali aku makan di sana, tak lupa membungkus soto daging untuk dimakan nanti saat di rumah.




   Saat siang harinya, aku membeli tahu gejrot. Tahu gejrot ini merupakan kuliner yang sangat digemari masyarakat. Tahu gejrot yang terdiri dari tahu goreng yang di potong-potong, setelah itu disiram bumbu kuah yang pedas sangat cocok dikonsumsi di siang hari yang terik.





    Untuk minumannya, aku membeli es kelapa muda gula batu. Es kelapa ini sangat legendaris. Dengan topping gula batu dan susu kental manis, menjadi pemanis yang alami yang sangat menyegarkan jika dicampurkan dengan kelapa muda. Harganya pun cukup bersahabat, hanya sekitar Rp. 5000,00 per bungkus.




Nah, itulah beberapa kuliner dan tempat yang aku kunjungi saat mudik lebaran. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kalian yang ingin berkunjung ke Cirebon dan tidak tahu ingin berkuliner apa dan dimana. Di tulisan ini juga aku sudah cantumkan link google maps lokasi pembeliaannya ya! Selamat mencoba!!! 


Komentar